Jebakan Bunga KPR: Memahami Fixed Rate vs. Floating Rate Agar Tidak Salah Pilih

Buat kamu yang lagi berencana beli rumah lewat KPR, pasti sudah sering dengar istilah bunga fixed dan floating. Kedengarannya sepele, tapi salah paham soal ini bisa bikin kamu terjebak cicilan yang membengkak. Supaya nggak salah langkah, yuk bahas santai perbedaan dua jenis bunga ini dan cara menentukan mana yang paling cocok buat kondisi finansial kamu.

Apa Itu Bunga Fixed dan Floating?

Ketika kamu mengajukan KPR cicilan ringan, bank biasanya menawarkan dua jenis bunga:

  • Fixed Rate (bunga tetap): suku bunga yang tidak berubah selama periode tertentu, misalnya 3 atau 5 tahun pertama.
  • Floating Rate (bunga mengambang): suku bunga yang mengikuti perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

Di awal masa KPR, bunga tetap sering jadi pilihan populer karena cicilan lebih stabil dan mudah diprediksi. Tapi setelah masa fixed berakhir, bunga akan beralih ke sistem floating, dan di sinilah banyak orang kaget karena cicilan tiba-tiba melonjak.

Kelebihan dan Kekurangan

Bunga Fixed
 ✅ Kelebihan: stabil, cocok untuk kamu yang butuh kepastian pengeluaran bulanan.
❌ Kekurangan: biasanya bunga tetap sedikit lebih tinggi di awal dibanding bunga floating.

Bunga Floating
 ✅ Kelebihan: bisa turun kalau BI menurunkan suku bunga.
❌ Kekurangan: cicilan bisa naik kapan saja, tergantung kondisi ekonomi.

Strategi Mengelola Cicilan

  1. Pilih kombinasi bunga
     Banyak bank, termasuk Bank Sinarmas, menawarkan kombinasi bunga fixed + floating. Misalnya bunga tetap 3 tahun pertama, lalu floating sesudahnya. Ini cara cerdas biar kamu punya waktu beradaptasi.
  2. Sisihkan dana cadangan
     Saat cicilan masih rendah, gunakan selisihnya untuk menabung atau investasi. Jadi saat bunga naik, kamu tetap aman.
  3. Refinancing bila perlu
     Kalau bunga floating terasa berat, kamu bisa pertimbangkan refinancing ke bank lain dengan bunga lebih rendah.

Menuju Finansial Lebih Baik

Pilih skema bunga bukan cuma soal cicilan, tapi bagian dari strategi menuju finansial lebih baik.
Jangan asal tergoda promo bunga rendah di awal tanpa memperhitungkan potensi kenaikan di masa depan.

Sebelum menandatangani akad KPR cicilan ringan, pastikan kamu benar-benar paham cara kerja bunga fixed dan floating.
Kalau kamu ingin tahu simulasi perbandingan bunga dan promo terbaru, kunjungi situs resmi Bank Sinarmas. Di sana, kamu bisa lihat contoh cicilan dan menentukan pilihan paling aman untuk kondisi keuangan kamu.

Menyambung kekhawatiran tersebut, jika KPR Anda saat ini di bank lain sudah memasuki masa bunga floating yang tinggi dan mulai mencekik, Program KPR Take Over Bank Sinarmas bisa menjadi penyelamat. Program ini memungkinkan Anda memindahkan pinjaman KPR yang berjalan untuk mendapatkan suku bunga baru yang lebih rendah dan fixed. Dengan mengambil Take Over, Anda tidak hanya meringankan beban cicilan bulanan, tetapi juga berpotensi menambah dana tunai melalui opsi Top Up untuk kebutuhan mendesak tanpa perlu mengajukan pinjaman baru.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *